
Menggandeng Prodia Cab Metro, Puskesmas Gunung Sugih rutin setiap 6 bulan sekali mengadakan pemeriksaan Laboratorium untuk Skrining Diabetes Melitus (DM) dan Hipertensi (HT). Pemeriksaan ini perlu dilakukan untuk mendeteksi dini penyakit-penyakit tersebut, sehingga dapat mencegah komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Skrining juga memungkinkan intervensi yang tepat waktu melalui perubahan gaya hidup atau pengobatan, yang dapat menunda perkembangan penyakit, mengurangi beban individu dan negara, serta meningkatkan kualitas hidup.
Deteksi Dini Tanpa Gejala:
Sering kali, penderita DM dan HT tidak menunjukkan gejala yang jelas hingga penyakit berkembang parah atau muncul komplikasi. Skrining adalah cara untuk menemukan penyakit ini sebelum terlambat.
Pencegahan Komplikasi:
Dengan mendeteksi DM dan HT di tahap awal, dokter dan individu dapat mengambil langkah-langkah pencegahan atau pengobatan. Ini sangat penting untuk menghindari komplikasi serius seperti:
Efektivitas Intervensi:
Skrining memungkinkan identifikasi individu dengan risiko tinggi yang bisa mendapatkan edukasi dan intervensi perubahan gaya hidup sehat.
Mengurangi Beban Kesehatan:
Deteksi dini dan pencegahan komplikasi pada penyakit kronis dapat mengurangi biaya perawatan kesehatan dan menurunkan angka morbiditas (kesakitan) dan mortalitas (kematian).

Siapa yang Perlu Melakukan Skrining?
Meskipun semua orang disarankan untuk melakukan pemeriksaan, skrining sangat penting bagi kelompok berisiko tinggi:
Untuk DM:
Individu berusia 45 tahun ke atas, individu dengan berat badan berlebih (obesitas), memiliki riwayat keluarga DM, kurang aktivitas fisik, atau riwayat diabetes gestasional.
Untuk HT:
Orang dengan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, dan kelompok usia lanjut.
Dengan melakukan skrining DM dan HT, masyarakat dapat lebih baik menjaga kesehatan dan mengambil langkah proaktif untuk mencegah penyakit berkembang menjadi kondisi kronis yang serius.